twitter

Sabtu, 07 Januari 2012

sampah


Nama       : SITI MA’RIFAH (16210599)
Kelas       : 2EA11
SAMPAH, BARANG BEKAS DAN NILAI BISNIS









Persoalan sampah adalah persoalan siapa saja. Setiap orang, keluarga, kelompok masyarakat lainnya pasti menghasilkan sampah. Seorang ibu rumah tangga yang memasak dan menyiapkan makanan untuk keluargannya, akan menghasilkan sisa- sisa bahan yang tidak berguna dan akan dibuang ke bak sampah. Karena itu semua pihak bertanggung jawab dalam masalah sampah.
Begitu juga dengan kalangan dunia usaha yang telah banyak mengambil manfaat dan keuntungan dari bisnisnya. Para pelaku bisnis yang memproduksi suatu barang, tentu juga akan menghasilkan sampah yang tidak sedikit. Bahkan kemasan produk yang telah sampai di tangan konsumen pun tentu akan mejadi sampah, dan barang bekas yang di buang. Pertanyaannya adalah apakah misi bisnis setiap pengusaha sudah mengikutsertakan nilai- nilai dalam pengelolaan sampah yang dihasilkannya?
Data dari kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyebutkan bahwa jumlah sampah yang dihasilkan setiap kota di Indonesia rata- rata mencapai 200 ton setiap harinya. Ini tentu fakta yang sangat mencengangkan. Ironisnya, kemampuan pemerintah, terutama pemerintah daerah dalam mengelola dan mengelola sampah ternyata masih sangat rendah. Syarat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang menjadi tumpuan dalam pengelohan sampah sangat jauh dari yang diharapkan.
Melihat fakta ini kita tentu maklum dengan berbagai bencana yang melanda berbagai kota dari sampah- sampah yang menggunung tersebut. Begitu juga dengan sejumlah bencana alam berupa tonah longsor yang menelan banyak korban jiwa mengiringi problem sampah di berbagai daerah.

Pada sisi lain, tidak sedikit pula tangan- tangan kreatif yang mampu menyulap sampah menjadi produk bisnis yang sangat komersial. Sebut saja dintaranya produk kerajinan kertas daur ulang, produk kerajinan cangkang telur yang memenfaatkan sampah dari kulit telur yang mampu mengelola dan mengelolah sampah kemasan plastic menjadi berbagai produk komersial.
Dari problem sampah yang mengancam kelangsungan kehidupan bumi, kita dapat belajar banyak. Untuk menjadi pengusaha, kita tentunya tak boleh sekedar mengejar keuntungan semata. Sejak awal menjalankan bisnis, sudah semestinya kita bertanggungjawab terhadap sampah bisnis yang dihasilkan. Pada sisi lain, untuk menjalankan usaha kita juga tak perlu menunggu ide besar untuk membuat sebuah produk bisnis. Karena, tidak sedikit ide ataupun sumber bahan untuk bisnis ternyata berceceran dan terhampar sekitar kita, termasuk barang- barang bekas yang terbuang. Sekarang tinggal kreatifitas, kemauan, dan niat kita dalam menjalankan bisnis itu.


0 komentar:

Posting Komentar