Nama : SITI MA’RIFAH (16210599)
Kelas : 2EA11
Begitu
juga dengan kalangan dunia usaha yang telah banyak mengambil manfaat dan
keuntungan dari bisnisnya. Para pelaku bisnis yang memproduksi suatu barang,
tentu juga akan menghasilkan sampah yang tidak sedikit. Bahkan kemasan produk
yang telah sampai di tangan konsumen pun tentu akan mejadi sampah, dan barang
bekas yang di buang. Pertanyaannya adalah apakah misi bisnis setiap pengusaha
sudah mengikutsertakan nilai- nilai dalam pengelolaan sampah yang
dihasilkannya?
Data
dari kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyebutkan bahwa jumlah sampah
yang dihasilkan setiap kota di Indonesia rata- rata mencapai 200 ton setiap
harinya. Ini tentu fakta yang sangat mencengangkan. Ironisnya, kemampuan
pemerintah, terutama pemerintah daerah dalam mengelola dan mengelola sampah
ternyata masih sangat rendah. Syarat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang menjadi
tumpuan dalam pengelohan sampah sangat jauh dari yang diharapkan.
Melihat
fakta ini kita tentu maklum dengan berbagai bencana yang melanda berbagai kota
dari sampah- sampah yang menggunung tersebut. Begitu juga dengan sejumlah bencana
alam berupa tonah longsor yang menelan banyak korban jiwa mengiringi problem
sampah di berbagai daerah.
Pada
sisi lain, tidak sedikit pula tangan- tangan kreatif yang mampu menyulap sampah
menjadi produk bisnis yang sangat komersial. Sebut saja dintaranya produk
kerajinan kertas daur ulang, produk kerajinan cangkang telur yang memenfaatkan
sampah dari kulit telur yang mampu mengelola dan mengelolah sampah kemasan
plastic menjadi berbagai produk komersial.
Dari
problem sampah yang mengancam kelangsungan kehidupan bumi, kita dapat belajar
banyak. Untuk menjadi pengusaha, kita tentunya tak boleh sekedar mengejar
keuntungan semata. Sejak awal menjalankan bisnis, sudah semestinya kita
bertanggungjawab terhadap sampah bisnis yang dihasilkan. Pada sisi lain, untuk
menjalankan usaha kita juga tak perlu menunggu ide besar untuk membuat sebuah
produk bisnis. Karena, tidak sedikit ide ataupun sumber bahan untuk bisnis
ternyata berceceran dan terhampar sekitar kita, termasuk barang- barang bekas
yang terbuang. Sekarang tinggal
kreatifitas, kemauan, dan niat kita dalam menjalankan bisnis itu.
0 komentar:
Posting Komentar